Sabtu, 30 April 2011

Praktik Pemantulan cahaya pada cermin cekung

LAPORAN KERJA FISIKA
TOPIK PERCOBAAN :
 PEMANTULAN CAHAYA
 PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN CEKUNG
TUJUAN PERCOBAAN :
 MENYELIDIKI SIFAT PEMANTUL CAHAYA PADA CERMIN DATAR
 MENYELIDIKI SIFAT-SIFAT CAHAYA PADA CERMIN CEKUNG
 PEMANTULAN CAHAYA

 Alat dan bahan yang digunakan
No. katalog Nama Alat/Bahan Jml
FPT 16.01/65 Meja optik 1
FPT 16.02/66 Rel presisi 1
FPT 16.06/77 Pemegang slanid diafragma 1
FPT16.05/76-272 Lampu 12V/18W 1
FPT16.09/79 Diafragma 1 celah 1
FPT16.23/93 Cermin kombinasi 1
FPT16.14/84 Lensa +100mm 1
KAL 60 Catu daya 1
FLS 20.38/075-2 Kabel penghubung merah 1
FLS20.39/075-3 Kabel penghubung hitam 1
FTP 16.06/76
Tempat lampu bertangkai 1
- Mistar 1
- Busur derajat 1
- Kertas HVS 1

 Persiapan percobaan
1. Menyusun alat-alat yang diperlukan seperti pada tabel diatas, dengan urutan: sumber cahaya, lensa, diafragma, dan meja optik. Lensa dipasang pada jerak 10cm dari sumber cahaya. Lensa ini digunakan untuk mengupayakan agar cahaya lampu lebih menyatu (tidak memancar). Lensa tersebut dinamakan kondensor. Putar lampu hingga filamennya pada posisi tegak. Letakkan kertas HVS di atas meja optic.
2. Letakkan di atas kertas, cermin kombinasi yang permukaan datarnya menghadap diafragma.
3. Menghubungkan catu daya ke sumber tegangan PLN. Pastikan bahwa catu-daya dalam keadaan mati, jika tidak matikan terlebih dahulu.
4. Memilih tegangan keluaran catu-daya 12 volt dengan jalan memutar tombol pemilih tegangan pada catu-daya itu.
5. Hubungkan catu-daya dengan sumber cahaya,lalu nyalakan catu-daya.
6. Pada saat lampu menyala, seharusnya pada kertas tampak berkas sinar sempit. Jika tidak tanyakan pada petugas lab.

 Langkah-langkah percobaan
1. Gambar dua garis bersilang pada tengah-tengah kertas HVS. Letakkan kertas tersebut di atas meja optic.letakkan cermin kombinasi dengan permukaan datar berimpit dengan garis vertical tersebut.
2. Nyalakan lampu, lalu arahkan sinar yang dating (sinar yang keluar dari diafragma) kea rah permukaan datar (jika menggunakan cermin datar). Usahakan agar sinar dating membentuk sudut.
3. Garislah jejak-jejak sinar yang terlihat pada kertas HVS.
4. Matikan lampu, lalu ambil kertas HVS dari meja optic. Buatlah garis tegak lurus pada garis vertical di titik O. garis tegak lurus pada O disebut garis normal(garis normal)
5. Ukurlah besar sudut d dan p (sudut yang dihasilkan), lalu masukkan hasil pengukuran itu pada table hasil pengamatan
VII. Hasil Pengamatan
(isilah titik-titik di bawah ini)
1. a. Sudut datang (d) ialah sudut antara garis normal dan sudut datang
b. Sudut pantul (p)ialah sudut antara garis normal dan sudut datang
2.
No. Sudut datang (d) Sudut pantul (p)
1 30o 30o
2 18o 18o
3 45o 45o

VIII. Kesimpulan

1. Pada cermin datar sinar datang akan dipantulkan menjadi sinar pantul
2. Pada cermin datar besarnya sudut datang sama dengan pantul

IX. Kemungkinan Penerapan Dalam Kehidupan Sehari-hari
• Untuk bercermin
• Nomor : OK3
• Topik Percobaan : Pemantulan Cahaya Pada Cermin Cekung
• Tujuan Percobaan : Menyelidiki sifat-sifat cahaya pada cermin cekung
• Alat/bahan yang Digunakan:
No. Katalog Nama Alat/Bahan Jumlah
FPT 16.01/65 Meja optik 1
FTP 16.02/66
Rel presisi 2
FPT 16.06/77 Pemegang slaid diafragma 1
FPT 16.05/76-272 Lampu 12 V/18W 1
FPT 16.06/78 Diafragma 5 celah 1
FPT 16.17/87 Tumpukan berpenjepit 2
FPT 16.23/93 Cermin kombinasi 1
FPT 16.14/84 Lensa +100mm 1
FPT 16.06/76 Tempat lampu bertangkai 1
KAL 60 Catu-daya 1
FLS 20.38/075-92 Kabel penghubung, merah 1
FLS 20.39/075-03 Kabel penghubung, hitam 1
- Kertas HVS 3
- Mistar 30cm 1
- Pensil 1

I. Persiapan Percobaan
Keterangan
1. Menyusun alat-alat seperti pada gambar 1, dengan urutan: sumber cahaya, lensa (kondensor), diafragma, meja optik.
2. Membuat sebuah garis membujur di tengah-tengah kertas HVS, lalu kertas itu di letakkan di atas meja optik (lihat gambar 1).
3. Mengadakan pengaturan seperlunya pada sumber cahaya dan catu-daya seperti pada perobaan sebelumnya. Lalu, menyalakan sumber cahaya. Mengatur jarak lensa terhadap sumber cahaya agar didapat sinar sejumlah celah diafragma, yang sejajar dan jelas pada meja optik (kertas).
Langkah-langkah percobaan
1. Dengan menggeser meja optic atau kertas, mengatur agar berkas cahaya yang tenggah berhimpit dengan garis NO pada kertas.
2. Menghadapkan bagian cekung cermin kombinasi ke sumber cahaya. Mengatur cermin agar sinar pantul yang di tengah berimpit dengan NO (NO disebut sumbu utama cermin)
3. Menggambar garis permukaan cermin dan menandai semua jejak sinar datang dan sinar pantul. Mematika catu-daya.
4. Mengangkat cermin, menggaris dengan


II. Nomor : OK4
III. Topik Percobaan : Pemantulan Cahaya Pada Cermin Cembung
IV. Tujuan Percobaan : Menyelidiki sifat-sifat cahaya pada cermin cembung
V. Alat/bahan yang Digunakan:
No. Katalog Nama Alat/Bahan Jumlah
FPT 16.01/65 Meja optik 1
FTP 16.02/66
Rel presisi 2
FPT 16.06/77 Pemegang slaid diafragma 1
FPT 16.05/76-272 Lampu 12 V/18W 1
FPT 16.06/78 Diafragma 5 celah 1
FPT 16.17/87 Tumpukan berpenjepit 2
FPT 16.23/93 Cermin kombinasi 1
FPT 16.14/84 Lensa +100mm 1
FPT 16.06/76 Tempat lampu bertangkai 1
KAL 60 Catu-daya 1
FLS 20.38/075-92 Kabel penghubung, merah 1
FLS 20.39/075-03 Kabel penghubung, hitam 1
- Kertas HVS 3
- Mistar 30cm 1
- Pensil 1

VI. Persiapan Percobaan
Keterangan
4. Menyusun alat-alat seperti pada gambar 1, dengan urutan: sumber cahaya, lensa (kondensor), diafragma, meja optik.
5. Membuat sebuah garis membujur di tengah-tengah kertas HVS, lalu kertas itu di letakkan di atas meja optik (lihat gambar 1).
6. Mengadakan pengaturan seperlunya pada sumber cahaya dan catu-daya seperti pada perobaan sebelumnya. Lalu, menyalakan sumber cahaya. Mengatur jarak lensa terhadap sumber cahaya agar didapat sinar sejumlah celah diafragma, yang sejajar dan jelas pada meja optik (kertas).

VII. Langkah-langkah Percobaan
1. Menggeser meja optik atau kertas, mengatur sinar agar sinar yang tengah berimpit dengan garis NO pada kertas (lihat gambar 2).
2. Menghadapkan cermin kombinasi bagian cembungnya ke sumber cahaya. Mengatur cermin tersebut, agar sinar pantul yang di tengah berimpit dengan NO (lihat gambar 3).
3. Menggambar garis permukaan cermin dan tandailah semua jejak sinar datang dan sinar pantul (jangan dulu digaris). Lalu, catu daya di matikan.
4. Mengangkat cermin, dan dengan menggunakan mistar, menggaris jejak-jejak sinar datang dan sinar pantul.
5. Memberi tanda panah pada sinar datang dan sinar pantul. Mengganti diafragma 5 celah dengan diafragma 1 celah. Menghidupkan catu daya. Sinar tunggal yang dihasikan celah di arahkan sehingga berimpit dengan gambar salah satu sinar pantul dalam gambar yang telah dibuat pada langkah ke 4. Kemanakah sinar ini di pantukan oleh cermin cembung? Langkah ini digunakan untuk sinar-sinar yang lain.









VIII. Hasil Pengamatan















IX. Kesimpulan
1. Titik potong perpanjangan sinar pantul di sebut titik ………………………….
2. Pada cermin cembung:
Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan di pantulkan ………………………………………………………………………………….

X. Kemungkinan Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
• Untuk kaca spion
• Untuk kaca pembesar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar