Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi dirimu
yang tlah jauh tinggalkanku
Terus ku terpaku oleh harapan semu
Sepertinya… telah cukup banyak kutulis
Telah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kkuulang semua dari mula
hanya Denganmu yang mampu merasakannya
cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?
aku tak dapat memendam semuanya sendiri
akupun tak percaya dengan semua rasa ini
aku hanya ingin diya kembali dalam pelukanku
tanpa ada perasaan yang menggangu dalam benaknya
luph 1505
Rabu, 11 Mei 2011
Minggu, 08 Mei 2011
Sabtu, 07 Mei 2011
Selasa, 03 Mei 2011
satu tahun
berawal dari perkenalan yang cukup singkat,kita tidak kenal satu sama lai. tapi dalam waktu beberapa hari kita resmi memiliki status berpacaran. mungkin saat itu tak ada sedikitpun rasa untukmu, begitupula rasamu untukku.sebenarnya aku merasakan sayangmu pada saat itu tidak tulus atau hanya berpura-pura dan akhirnya terbukti kau memutuskannya begitu saja. dan akhirnya kamu merasa kehilangan diriku,itu yg membuatku ingin kembali kepadamu,karna sesungguhnya rasa kehilangan itu adalah sebuah cinta yg baru saja datang menghampiri dirimu.semuanya terlewat begitu saja,tangis canda tawa,dan semua cobaan tlah ku lewati bersamamu,aku tak ingin rasa ini semakin jauh jatuh kedalam kesalahan,aku tau kau memang mencintaiku dan akupun mengahrgai perasaanmu.tapi ku tak pernah ingin jauh darimu. banyak air mata kau saksikan, menetes membasahi pipiku,semuanya untukmu dan karnamu.yang aku pikirkan saat ini bagaimana agar kita tetap bersama tanpa amarah dan kesedihan yang berlalut-larut. jalani saja ap yang ada dididepan kita jangan egois,dan berfikirlah kedepan aku tak ingin terhenti terlalu lama.karna kita tidak pernah tau ap yang akan terjai esok dan kemudian :)
Sabtu, 30 April 2011
Praktik Pemantulan cahaya pada cermin cekung
LAPORAN KERJA FISIKA
TOPIK PERCOBAAN :
PEMANTULAN CAHAYA
PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN CEKUNG
TUJUAN PERCOBAAN :
MENYELIDIKI SIFAT PEMANTUL CAHAYA PADA CERMIN DATAR
MENYELIDIKI SIFAT-SIFAT CAHAYA PADA CERMIN CEKUNG
PEMANTULAN CAHAYA
Alat dan bahan yang digunakan
No. katalog Nama Alat/Bahan Jml
FPT 16.01/65 Meja optik 1
FPT 16.02/66 Rel presisi 1
FPT 16.06/77 Pemegang slanid diafragma 1
FPT16.05/76-272 Lampu 12V/18W 1
FPT16.09/79 Diafragma 1 celah 1
FPT16.23/93 Cermin kombinasi 1
FPT16.14/84 Lensa +100mm 1
KAL 60 Catu daya 1
FLS 20.38/075-2 Kabel penghubung merah 1
FLS20.39/075-3 Kabel penghubung hitam 1
FTP 16.06/76
Tempat lampu bertangkai 1
- Mistar 1
- Busur derajat 1
- Kertas HVS 1
Persiapan percobaan
1. Menyusun alat-alat yang diperlukan seperti pada tabel diatas, dengan urutan: sumber cahaya, lensa, diafragma, dan meja optik. Lensa dipasang pada jerak 10cm dari sumber cahaya. Lensa ini digunakan untuk mengupayakan agar cahaya lampu lebih menyatu (tidak memancar). Lensa tersebut dinamakan kondensor. Putar lampu hingga filamennya pada posisi tegak. Letakkan kertas HVS di atas meja optic.
2. Letakkan di atas kertas, cermin kombinasi yang permukaan datarnya menghadap diafragma.
3. Menghubungkan catu daya ke sumber tegangan PLN. Pastikan bahwa catu-daya dalam keadaan mati, jika tidak matikan terlebih dahulu.
4. Memilih tegangan keluaran catu-daya 12 volt dengan jalan memutar tombol pemilih tegangan pada catu-daya itu.
5. Hubungkan catu-daya dengan sumber cahaya,lalu nyalakan catu-daya.
6. Pada saat lampu menyala, seharusnya pada kertas tampak berkas sinar sempit. Jika tidak tanyakan pada petugas lab.
Langkah-langkah percobaan
1. Gambar dua garis bersilang pada tengah-tengah kertas HVS. Letakkan kertas tersebut di atas meja optic.letakkan cermin kombinasi dengan permukaan datar berimpit dengan garis vertical tersebut.
2. Nyalakan lampu, lalu arahkan sinar yang dating (sinar yang keluar dari diafragma) kea rah permukaan datar (jika menggunakan cermin datar). Usahakan agar sinar dating membentuk sudut.
3. Garislah jejak-jejak sinar yang terlihat pada kertas HVS.
4. Matikan lampu, lalu ambil kertas HVS dari meja optic. Buatlah garis tegak lurus pada garis vertical di titik O. garis tegak lurus pada O disebut garis normal(garis normal)
5. Ukurlah besar sudut d dan p (sudut yang dihasilkan), lalu masukkan hasil pengukuran itu pada table hasil pengamatan
VII. Hasil Pengamatan
(isilah titik-titik di bawah ini)
1. a. Sudut datang (d) ialah sudut antara garis normal dan sudut datang
b. Sudut pantul (p)ialah sudut antara garis normal dan sudut datang
2.
No. Sudut datang (d) Sudut pantul (p)
1 30o 30o
2 18o 18o
3 45o 45o
VIII. Kesimpulan
1. Pada cermin datar sinar datang akan dipantulkan menjadi sinar pantul
2. Pada cermin datar besarnya sudut datang sama dengan pantul
IX. Kemungkinan Penerapan Dalam Kehidupan Sehari-hari
• Untuk bercermin
• Nomor : OK3
• Topik Percobaan : Pemantulan Cahaya Pada Cermin Cekung
• Tujuan Percobaan : Menyelidiki sifat-sifat cahaya pada cermin cekung
• Alat/bahan yang Digunakan:
No. Katalog Nama Alat/Bahan Jumlah
FPT 16.01/65 Meja optik 1
FTP 16.02/66
Rel presisi 2
FPT 16.06/77 Pemegang slaid diafragma 1
FPT 16.05/76-272 Lampu 12 V/18W 1
FPT 16.06/78 Diafragma 5 celah 1
FPT 16.17/87 Tumpukan berpenjepit 2
FPT 16.23/93 Cermin kombinasi 1
FPT 16.14/84 Lensa +100mm 1
FPT 16.06/76 Tempat lampu bertangkai 1
KAL 60 Catu-daya 1
FLS 20.38/075-92 Kabel penghubung, merah 1
FLS 20.39/075-03 Kabel penghubung, hitam 1
- Kertas HVS 3
- Mistar 30cm 1
- Pensil 1
I. Persiapan Percobaan
Keterangan
1. Menyusun alat-alat seperti pada gambar 1, dengan urutan: sumber cahaya, lensa (kondensor), diafragma, meja optik.
2. Membuat sebuah garis membujur di tengah-tengah kertas HVS, lalu kertas itu di letakkan di atas meja optik (lihat gambar 1).
3. Mengadakan pengaturan seperlunya pada sumber cahaya dan catu-daya seperti pada perobaan sebelumnya. Lalu, menyalakan sumber cahaya. Mengatur jarak lensa terhadap sumber cahaya agar didapat sinar sejumlah celah diafragma, yang sejajar dan jelas pada meja optik (kertas).
Langkah-langkah percobaan
1. Dengan menggeser meja optic atau kertas, mengatur agar berkas cahaya yang tenggah berhimpit dengan garis NO pada kertas.
2. Menghadapkan bagian cekung cermin kombinasi ke sumber cahaya. Mengatur cermin agar sinar pantul yang di tengah berimpit dengan NO (NO disebut sumbu utama cermin)
3. Menggambar garis permukaan cermin dan menandai semua jejak sinar datang dan sinar pantul. Mematika catu-daya.
4. Mengangkat cermin, menggaris dengan
II. Nomor : OK4
III. Topik Percobaan : Pemantulan Cahaya Pada Cermin Cembung
IV. Tujuan Percobaan : Menyelidiki sifat-sifat cahaya pada cermin cembung
V. Alat/bahan yang Digunakan:
No. Katalog Nama Alat/Bahan Jumlah
FPT 16.01/65 Meja optik 1
FTP 16.02/66
Rel presisi 2
FPT 16.06/77 Pemegang slaid diafragma 1
FPT 16.05/76-272 Lampu 12 V/18W 1
FPT 16.06/78 Diafragma 5 celah 1
FPT 16.17/87 Tumpukan berpenjepit 2
FPT 16.23/93 Cermin kombinasi 1
FPT 16.14/84 Lensa +100mm 1
FPT 16.06/76 Tempat lampu bertangkai 1
KAL 60 Catu-daya 1
FLS 20.38/075-92 Kabel penghubung, merah 1
FLS 20.39/075-03 Kabel penghubung, hitam 1
- Kertas HVS 3
- Mistar 30cm 1
- Pensil 1
VI. Persiapan Percobaan
Keterangan
4. Menyusun alat-alat seperti pada gambar 1, dengan urutan: sumber cahaya, lensa (kondensor), diafragma, meja optik.
5. Membuat sebuah garis membujur di tengah-tengah kertas HVS, lalu kertas itu di letakkan di atas meja optik (lihat gambar 1).
6. Mengadakan pengaturan seperlunya pada sumber cahaya dan catu-daya seperti pada perobaan sebelumnya. Lalu, menyalakan sumber cahaya. Mengatur jarak lensa terhadap sumber cahaya agar didapat sinar sejumlah celah diafragma, yang sejajar dan jelas pada meja optik (kertas).
VII. Langkah-langkah Percobaan
1. Menggeser meja optik atau kertas, mengatur sinar agar sinar yang tengah berimpit dengan garis NO pada kertas (lihat gambar 2).
2. Menghadapkan cermin kombinasi bagian cembungnya ke sumber cahaya. Mengatur cermin tersebut, agar sinar pantul yang di tengah berimpit dengan NO (lihat gambar 3).
3. Menggambar garis permukaan cermin dan tandailah semua jejak sinar datang dan sinar pantul (jangan dulu digaris). Lalu, catu daya di matikan.
4. Mengangkat cermin, dan dengan menggunakan mistar, menggaris jejak-jejak sinar datang dan sinar pantul.
5. Memberi tanda panah pada sinar datang dan sinar pantul. Mengganti diafragma 5 celah dengan diafragma 1 celah. Menghidupkan catu daya. Sinar tunggal yang dihasikan celah di arahkan sehingga berimpit dengan gambar salah satu sinar pantul dalam gambar yang telah dibuat pada langkah ke 4. Kemanakah sinar ini di pantukan oleh cermin cembung? Langkah ini digunakan untuk sinar-sinar yang lain.
VIII. Hasil Pengamatan
IX. Kesimpulan
1. Titik potong perpanjangan sinar pantul di sebut titik ………………………….
2. Pada cermin cembung:
Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan di pantulkan ………………………………………………………………………………….
X. Kemungkinan Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
• Untuk kaca spion
• Untuk kaca pembesar
TOPIK PERCOBAAN :
PEMANTULAN CAHAYA
PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN CEKUNG
TUJUAN PERCOBAAN :
MENYELIDIKI SIFAT PEMANTUL CAHAYA PADA CERMIN DATAR
MENYELIDIKI SIFAT-SIFAT CAHAYA PADA CERMIN CEKUNG
PEMANTULAN CAHAYA
Alat dan bahan yang digunakan
No. katalog Nama Alat/Bahan Jml
FPT 16.01/65 Meja optik 1
FPT 16.02/66 Rel presisi 1
FPT 16.06/77 Pemegang slanid diafragma 1
FPT16.05/76-272 Lampu 12V/18W 1
FPT16.09/79 Diafragma 1 celah 1
FPT16.23/93 Cermin kombinasi 1
FPT16.14/84 Lensa +100mm 1
KAL 60 Catu daya 1
FLS 20.38/075-2 Kabel penghubung merah 1
FLS20.39/075-3 Kabel penghubung hitam 1
FTP 16.06/76
Tempat lampu bertangkai 1
- Mistar 1
- Busur derajat 1
- Kertas HVS 1
Persiapan percobaan
1. Menyusun alat-alat yang diperlukan seperti pada tabel diatas, dengan urutan: sumber cahaya, lensa, diafragma, dan meja optik. Lensa dipasang pada jerak 10cm dari sumber cahaya. Lensa ini digunakan untuk mengupayakan agar cahaya lampu lebih menyatu (tidak memancar). Lensa tersebut dinamakan kondensor. Putar lampu hingga filamennya pada posisi tegak. Letakkan kertas HVS di atas meja optic.
2. Letakkan di atas kertas, cermin kombinasi yang permukaan datarnya menghadap diafragma.
3. Menghubungkan catu daya ke sumber tegangan PLN. Pastikan bahwa catu-daya dalam keadaan mati, jika tidak matikan terlebih dahulu.
4. Memilih tegangan keluaran catu-daya 12 volt dengan jalan memutar tombol pemilih tegangan pada catu-daya itu.
5. Hubungkan catu-daya dengan sumber cahaya,lalu nyalakan catu-daya.
6. Pada saat lampu menyala, seharusnya pada kertas tampak berkas sinar sempit. Jika tidak tanyakan pada petugas lab.
Langkah-langkah percobaan
1. Gambar dua garis bersilang pada tengah-tengah kertas HVS. Letakkan kertas tersebut di atas meja optic.letakkan cermin kombinasi dengan permukaan datar berimpit dengan garis vertical tersebut.
2. Nyalakan lampu, lalu arahkan sinar yang dating (sinar yang keluar dari diafragma) kea rah permukaan datar (jika menggunakan cermin datar). Usahakan agar sinar dating membentuk sudut.
3. Garislah jejak-jejak sinar yang terlihat pada kertas HVS.
4. Matikan lampu, lalu ambil kertas HVS dari meja optic. Buatlah garis tegak lurus pada garis vertical di titik O. garis tegak lurus pada O disebut garis normal(garis normal)
5. Ukurlah besar sudut d dan p (sudut yang dihasilkan), lalu masukkan hasil pengukuran itu pada table hasil pengamatan
VII. Hasil Pengamatan
(isilah titik-titik di bawah ini)
1. a. Sudut datang (d) ialah sudut antara garis normal dan sudut datang
b. Sudut pantul (p)ialah sudut antara garis normal dan sudut datang
2.
No. Sudut datang (d) Sudut pantul (p)
1 30o 30o
2 18o 18o
3 45o 45o
VIII. Kesimpulan
1. Pada cermin datar sinar datang akan dipantulkan menjadi sinar pantul
2. Pada cermin datar besarnya sudut datang sama dengan pantul
IX. Kemungkinan Penerapan Dalam Kehidupan Sehari-hari
• Untuk bercermin
• Nomor : OK3
• Topik Percobaan : Pemantulan Cahaya Pada Cermin Cekung
• Tujuan Percobaan : Menyelidiki sifat-sifat cahaya pada cermin cekung
• Alat/bahan yang Digunakan:
No. Katalog Nama Alat/Bahan Jumlah
FPT 16.01/65 Meja optik 1
FTP 16.02/66
Rel presisi 2
FPT 16.06/77 Pemegang slaid diafragma 1
FPT 16.05/76-272 Lampu 12 V/18W 1
FPT 16.06/78 Diafragma 5 celah 1
FPT 16.17/87 Tumpukan berpenjepit 2
FPT 16.23/93 Cermin kombinasi 1
FPT 16.14/84 Lensa +100mm 1
FPT 16.06/76 Tempat lampu bertangkai 1
KAL 60 Catu-daya 1
FLS 20.38/075-92 Kabel penghubung, merah 1
FLS 20.39/075-03 Kabel penghubung, hitam 1
- Kertas HVS 3
- Mistar 30cm 1
- Pensil 1
I. Persiapan Percobaan
Keterangan
1. Menyusun alat-alat seperti pada gambar 1, dengan urutan: sumber cahaya, lensa (kondensor), diafragma, meja optik.
2. Membuat sebuah garis membujur di tengah-tengah kertas HVS, lalu kertas itu di letakkan di atas meja optik (lihat gambar 1).
3. Mengadakan pengaturan seperlunya pada sumber cahaya dan catu-daya seperti pada perobaan sebelumnya. Lalu, menyalakan sumber cahaya. Mengatur jarak lensa terhadap sumber cahaya agar didapat sinar sejumlah celah diafragma, yang sejajar dan jelas pada meja optik (kertas).
Langkah-langkah percobaan
1. Dengan menggeser meja optic atau kertas, mengatur agar berkas cahaya yang tenggah berhimpit dengan garis NO pada kertas.
2. Menghadapkan bagian cekung cermin kombinasi ke sumber cahaya. Mengatur cermin agar sinar pantul yang di tengah berimpit dengan NO (NO disebut sumbu utama cermin)
3. Menggambar garis permukaan cermin dan menandai semua jejak sinar datang dan sinar pantul. Mematika catu-daya.
4. Mengangkat cermin, menggaris dengan
II. Nomor : OK4
III. Topik Percobaan : Pemantulan Cahaya Pada Cermin Cembung
IV. Tujuan Percobaan : Menyelidiki sifat-sifat cahaya pada cermin cembung
V. Alat/bahan yang Digunakan:
No. Katalog Nama Alat/Bahan Jumlah
FPT 16.01/65 Meja optik 1
FTP 16.02/66
Rel presisi 2
FPT 16.06/77 Pemegang slaid diafragma 1
FPT 16.05/76-272 Lampu 12 V/18W 1
FPT 16.06/78 Diafragma 5 celah 1
FPT 16.17/87 Tumpukan berpenjepit 2
FPT 16.23/93 Cermin kombinasi 1
FPT 16.14/84 Lensa +100mm 1
FPT 16.06/76 Tempat lampu bertangkai 1
KAL 60 Catu-daya 1
FLS 20.38/075-92 Kabel penghubung, merah 1
FLS 20.39/075-03 Kabel penghubung, hitam 1
- Kertas HVS 3
- Mistar 30cm 1
- Pensil 1
VI. Persiapan Percobaan
Keterangan
4. Menyusun alat-alat seperti pada gambar 1, dengan urutan: sumber cahaya, lensa (kondensor), diafragma, meja optik.
5. Membuat sebuah garis membujur di tengah-tengah kertas HVS, lalu kertas itu di letakkan di atas meja optik (lihat gambar 1).
6. Mengadakan pengaturan seperlunya pada sumber cahaya dan catu-daya seperti pada perobaan sebelumnya. Lalu, menyalakan sumber cahaya. Mengatur jarak lensa terhadap sumber cahaya agar didapat sinar sejumlah celah diafragma, yang sejajar dan jelas pada meja optik (kertas).
VII. Langkah-langkah Percobaan
1. Menggeser meja optik atau kertas, mengatur sinar agar sinar yang tengah berimpit dengan garis NO pada kertas (lihat gambar 2).
2. Menghadapkan cermin kombinasi bagian cembungnya ke sumber cahaya. Mengatur cermin tersebut, agar sinar pantul yang di tengah berimpit dengan NO (lihat gambar 3).
3. Menggambar garis permukaan cermin dan tandailah semua jejak sinar datang dan sinar pantul (jangan dulu digaris). Lalu, catu daya di matikan.
4. Mengangkat cermin, dan dengan menggunakan mistar, menggaris jejak-jejak sinar datang dan sinar pantul.
5. Memberi tanda panah pada sinar datang dan sinar pantul. Mengganti diafragma 5 celah dengan diafragma 1 celah. Menghidupkan catu daya. Sinar tunggal yang dihasikan celah di arahkan sehingga berimpit dengan gambar salah satu sinar pantul dalam gambar yang telah dibuat pada langkah ke 4. Kemanakah sinar ini di pantukan oleh cermin cembung? Langkah ini digunakan untuk sinar-sinar yang lain.
VIII. Hasil Pengamatan
IX. Kesimpulan
1. Titik potong perpanjangan sinar pantul di sebut titik ………………………….
2. Pada cermin cembung:
Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan di pantulkan ………………………………………………………………………………….
X. Kemungkinan Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
• Untuk kaca spion
• Untuk kaca pembesar
Slim Shady
Marshall Bruce Mathers III (lahir 17 Oktober 1972), lebih dikenal dengan nama panggung Eminem, adalah seorang rapper paling terkenal, dan juga bekerja sebagai produser rekaman dan aktor dari Amerika. Eminem mendapatkan popularitas tahun 1999 dengan album debut utamanya, The Slim Shady LP , yang memenangkan Grammy Award untuk Best Rap Album . Album berikutnya, The Marshall Mathers LP , menjadi menjual solo album dengan penjualan tercepat dalam sejarah Amerika Serikat. Ini membawa Eminem meningkatkan popularitas, termasuk label rekaman sendiri, Shady Records , dan dia membuat proyek sampingan yang bersifat kelompok, yang bernama D12 , dengan pengakuan mainstream . Marshall Mathers LP dan album ketiganya, The Eminem Show , juga memenangkan Grammy Awards, membuat Eminem menjadi artis pertama yang memenangkan Best Rap Album untuk tiga piringan hitam berturut-turut. Dia kemudian memenangkan penghargaan lagi pada 2010 untuk albumnya Relapse dan pada tahun 2011 untuk albumnya Recovery , memberinya total 13 Grammy dalam karirnya. Pada tahun 2003, ia memenangkan Academy Award untuk Best Original Song untuk "Lose Yourself" dari film, 8 Mile , di mana ia juga menjadi peran utama dalam film itu. "Lose Yourself" terus berjalan menjadi lagu hip hop No.1. Dia merilis album berikutnya setelah Encore , yaitu Relapse, pada tanggal 15 Mei 2009. Eminem adalah artis dengan penjualan terbaik dalam satu decade di AS Nielsen SoundScan , dan telah menjual lebih dari 80 juta album di seluruh dunia sampai saat ini, membuatnya salah satu dari artis yang menjual album tercepat sedunia . Pada tahun 2010 , Eminem merilis album studio ketujuh Recovery. Album ini mencapai sukses komersial internasional, dan menjadi chart nomor satu di beberapa negara lain. Album ini bertahan di nomor-satu di US Billboard 200 chart selama lima minggu berturut-turut dan total tujuh minggu. Recovery juga dilaporkan oleh Billboard menjadi penjualan album terbaik tahun 2010, membuat Eminem menjadi artis pertama dalam sejarah Nielsen SoundScan yang sukses di dua tahun terakhir. Recovery juga dinobatkan sebagai The Best Selling Digital Album In History. Selain itu, Eminem juga bertindak sebagai produser rekaman untuk artis-artis lain, termasuk rapper 50 Cent dan grup rap D12 yang dikenal juga dengan nama Detroit Dirty Dozen dan D-Twizzy. Eminem juga pernah membintangi sejumlah film layar lebar di antaranya, Da Hip Hop Witch (2000), The Wash (2001), 8 Mile (2002) Tingkah kontroversialnya ditunjukan saat dirinya terlibat narkoba dan obat-obatan. Bahkan pada Augustus 2005, ia pernah menggagalkan konsernya dengan alasan menjalani rehabilitasi. Kontroversi berikutnya ditunjukkan saat dirinya menjalin 'nikah-putus' berulang-ulang. Eminem menikahi Kim Mathers pada 14 Juni 1999, kemudian berpisah pada Agustus 2000. Mereka menikah kembali pada 15 Desember 2000, kemudian bercerai kembali pada 11 Oktober 2001, menikah kembali 15 Januari 2006 dan terakhir bercerai kembali 19 Desember 2006.
[sunting] Kehidupan Awal
Eminem Lahir dengan nama Marshall Bruce Mathers III pada tanggal 17 Oktober 1972 di Saint Joseph, Missouri anak tunggal dari pasangan Deborah R. Nelson Mathers-Briggs and Marshall Bruce Mathers, Jr. Saat masih berusia 18 bulan, ayahnya meninggalkan mereka, dan Ia pun hidup dibesarkan seorang diri oleh ibunya dalam kemiskinan. Saat berusia 12 tahun, Mathers dan ibunya seringkali berpindah-pindah tempat tinggal di antara kota-kota di Missouri (termasuk Saint Joseph, Savannah dan Kansas City), sebelum akhirnya menetap di Warren, Michigan, sebuah daerah pinggiran di Detroit.
[sunting] Kehidupan Awal
Eminem Lahir dengan nama Marshall Bruce Mathers III pada tanggal 17 Oktober 1972 di Saint Joseph, Missouri anak tunggal dari pasangan Deborah R. Nelson Mathers-Briggs and Marshall Bruce Mathers, Jr. Saat masih berusia 18 bulan, ayahnya meninggalkan mereka, dan Ia pun hidup dibesarkan seorang diri oleh ibunya dalam kemiskinan. Saat berusia 12 tahun, Mathers dan ibunya seringkali berpindah-pindah tempat tinggal di antara kota-kota di Missouri (termasuk Saint Joseph, Savannah dan Kansas City), sebelum akhirnya menetap di Warren, Michigan, sebuah daerah pinggiran di Detroit.
Langganan:
Postingan (Atom)






